Sinar di Pagi Senja part 6 (END)
Ini deh, aku next untuk terakhir...
___________
“Hari ini kita akan membahas soal anak-anak
jalanan. Senja, tolong utarakan aspirasimu,”ujar Naya. Pagi mengedipkan
matanya.
“Hmm, asprasiku tentang anak jalanan. Kita,
kita akan menggalangkan dana untuk mereka. Setelah itu kita akan mengirim surat
kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan anak jalanan. Kita juga akan membuat
suatu acara yang isinya penggalangan dana untuk itu. Disana kita akan
menggalangkan dana dari hasil tiketnya,” kata Senja. Naya tersenyum.
“Aku setuju,”kata Pagi.
“I’m agree,”ujar Raya.
“AKu juga setuju,”kata yang lain lalu
bertepuk tangan.
“Selamat ya, Senja. Usulanmu sangat
bagus!”Seru Naya. Senja tersenyum.
J
J
“Uhm, aku sangat bahagia, Pagi..”kata Senja.
Pagi tersenyum.
“Aku nggak tau caranya bales perbuatan kamu
yang menyebalkan itu…”ujar Senja memandang ke arah langit.
“Aku hanya ingin kamu memaafkan aku atas
kejadian itu,”jawab Pagi.
“Sudah kumaafkan sejak lama..”
“Oh..”
“Ngomong-ngomong soal acaranya itu,
gimana?,”tanya Pagi.
“Menurutmu gimana?,”
“Ya nggak gimana-gimana. Kamu kan
yang punya usul,”kata Pagi.
“Besok kita bahas. Oke?,”ujar Senja. Pagi
mengedipkan matanya.
“Eh, ada es krim tuh. Kamu mau nggak?,”tanya
Pagi. Senja mengangguk. Mereka berdua berjalan mendekati tukang es krim.
Sesosok anak sedang beli es krim disana.
“Kak Pagi?,”sapa anak itu. Pagi tersenyum.
“Echa? Eh gimana kabarnya?,”tanya Pagi. Echa
tersenyum.
“Baik kak, Kak Senja gimana?,”jawab Echa
lalu bertanya.
“Tuh anaknya,”Pagi mendongakan kepalanya
lalu memandang Senja yang bengong menatap Pagi dan Senja.
“Jadi, kalian…”Senja terdiam.
“Kaburrrr,”
J
J
“Iya kami bersengkokol,”ujar Pagi. Senja
menghela nafas.
“Iya aku tau. Dan baru tau…”Senja tersenyum.
Echa duduk disamping Senja. Ikut memandang langit yang penuh dengan cahaya
kemerahan. Sunset menemani Senja dan menyinari hati Pagi yang penuh
dengan keceriaan. Keceriaan kebersamaan yang telah mereka ciptakan, untuk
menolong Senja.



0 komentar