Sinar di Pagi Senja part 4

by - Maret 03, 2015

Nih, ku next Sinar di Pagi Senja
________
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba Echa berteriak.
“SIAPA MAU BELI ES KU? ENAK LHO…”teriak Echa keras. Senja hanya terdiam kaget.
“Echa, kok kamu teriak-teriak sih? Malu,”tanya Senja. Echa hanya tersenyum lalu menatap kerumunan orang yang sudah mendekati asal suara.
“Esnya berapa dik?,”tanya perempuan berjilbab ungu.
“Tiga ribu aja, mbak. Beli berapa?,”
“Beli empat cup ya,”katanya. Senja membungkus empat cup. Perempuan itu memberikan uang dua belas ribu.
“Saya juga beli,”suara-suara bising terdengar dari kerumunan yang mengelilingi Senja. Senja tampak kewalahan. Hingga akhinya….
“Habis mas,”kata Senja kepada pembeli keterakhir. Pembeli itu tampak kecewa lalu meninggalkan Senja bersama dengan Echa.
“Sudah habis kak?,”tanya Echa. Senja mengangguk lalu tersenyum.
“Makasih ya udah bantuin kakak jualan. Echa pernah jualan kayak gini?,”tanya Senja. Echa mengangguk.
“Dulu Echa pernah jualan pas TK,”jawab Echa. Tiba-tiba ia tersenyum.
“Itu Bundanya Echa. Echa pulang dulu ya…Kapan-kapan Echa pengen ketemuan lagi sama kakak di taman ini,”kata Echa lalu berlari menuju seseorang yang memakai baju oranye.
“Makasih ya, sayang…”kata Senja lalu tersenyum dan segera membereskan bekas dagangannya.
“Sudah habis?,”tanya Pagi. Senja mengangguk.
“Kamu jahat ninggalin aku,”ujar Senja. Pagi tertawa melihat raut muka Senja yang cemberut.
“Ihh, tapi kan kamu udah mulai optimis kan…Udah mau bilang pelan-pelan sama orang banyak…Oh iya, besok kamu ada lomba pidato bahasa inggris lho!”seru Pagi.
“Pidato bahasa inggris? Nggak salah denger tuh ya?,”tanya Senja tidak percaya. Pagi tersenyum.
“Kamu mau nggak? Kalau nggak mau nggak papa ko…Lagi pula aku Cuma nawarin…”ujar Pagi. Senja menghembuskan nafasnya.
“Huhhh, kau membuatku panik, Pagiku,”kata Senja. Pagi menjentikkan tangannya.
“Satu lagi, kau harus bisa mengurangi rasa panik. Okay?,”

“APA?!!!”


You May Also Like

0 komentar