Sinar di Pagi Senja part 4
Nih, ku next Sinar di Pagi Senja
________
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba
Echa berteriak.
“SIAPA MAU BELI ES KU? ENAK LHO…”teriak Echa
keras. Senja hanya terdiam kaget.
“Echa, kok kamu teriak-teriak sih?
Malu,”tanya Senja. Echa hanya tersenyum lalu menatap kerumunan orang yang sudah
mendekati asal suara.
“Esnya berapa dik?,”tanya perempuan
berjilbab ungu.
“Tiga ribu aja, mbak. Beli berapa?,”
“Beli empat cup ya,”katanya. Senja
membungkus empat cup. Perempuan itu memberikan uang dua belas ribu.
“Saya juga beli,”suara-suara bising terdengar
dari kerumunan yang mengelilingi Senja. Senja tampak kewalahan. Hingga
akhinya….
“Habis mas,”kata Senja kepada pembeli
keterakhir. Pembeli itu tampak kecewa lalu meninggalkan Senja bersama dengan
Echa.
“Sudah habis kak?,”tanya Echa. Senja
mengangguk lalu tersenyum.
“Makasih ya udah bantuin kakak jualan. Echa
pernah jualan kayak gini?,”tanya Senja. Echa mengangguk.
“Dulu Echa pernah jualan pas TK,”jawab Echa.
Tiba-tiba ia tersenyum.
“Itu Bundanya Echa. Echa pulang dulu
ya…Kapan-kapan Echa pengen ketemuan lagi sama kakak di taman ini,”kata Echa
lalu berlari menuju seseorang yang memakai baju oranye.
“Makasih ya, sayang…”kata Senja lalu
tersenyum dan segera membereskan bekas dagangannya.
“Sudah habis?,”tanya Pagi. Senja mengangguk.
“Kamu jahat ninggalin aku,”ujar Senja. Pagi
tertawa melihat raut muka Senja yang cemberut.
“Ihh, tapi kan
kamu udah mulai optimis kan …Udah
mau bilang pelan-pelan sama orang banyak…Oh iya, besok kamu ada lomba pidato
bahasa inggris lho!”seru Pagi.
“Pidato bahasa inggris? Nggak salah denger
tuh ya?,”tanya Senja tidak percaya. Pagi tersenyum.
“Kamu mau nggak? Kalau nggak mau nggak papa
ko…Lagi pula aku Cuma nawarin…”ujar Pagi. Senja menghembuskan nafasnya.
“Huhhh, kau membuatku panik, Pagiku,”kata
Senja. Pagi menjentikkan tangannya.
“Satu lagi, kau harus bisa mengurangi rasa
panik. Okay?,”
“APA?!!!”


0 komentar