Sinar di Pagi Senja part 3

by - Maret 02, 2015



Next Sinar di Pagi Senja yaa... :D 
____
“Cobalah belajar optimis dari sini, Senja,”kata Pagi. Senja menatap Pagi heran. Memandang sekeliling. Dan menatap dirinya yang sedang berdiri di belakang meja yang berisi es cincau.
“Jadi?,”Senja menatap Pagi curiga.
“Iya, kamu jualan disini ya, Aku nungguin kamu disana,”ujar Pagi lalu menunjuk ke arah ayunan merah yang tak jauh dari tempatnya berada.
“lho, lho. Kamu bantuin aku dong! Kan kamu yang beride!”seru Senja tidak terima. Pagi hanya tersenyum penuh arti.
“Barang-barang ini harus habis! Kalau enggak kamu harus bayar dua kalinya!” ancam Pagi dan langsung meninggalkan Senja sendirian dengan dagangannya.
“Idih…PAGI!”jerit Senja. Sontak saja semua orang yang ada ditaman langsung menengok kearahnya. Senja hanya memalingkan wajahnya. Sementara itu Pagi hanya terkikik geli memandang kearah Senja yang salah tingkah.
“Huhhh, apa yang harus aku perbuat?,”gumam Senja. Sesosok anak perempaun dengan kuciran berpita menghampirinya.
“Kakak, esnnya berapaan?,”tanya anak itu. Senja hanya terdiam.
“Kakak?,”
“Eh iya, esnya harganya tiga ribu,”kata Senja malu-malu. Anak itu menyodorkan uang tiga ribuan.
“Beli satu kakak. Namaku Echa kak,”ujar anak itu percaya diri. Senja tersenyum akrab.
“Nama kakak Senja. Ini esnya adik,”Senja menyerahkan satu cup es cincau. Echa tersenyum simpul.
“Echa boleh duduk disini nggak kakak? Bundanya Echa lagi ke minimarket,”tanya Echa. Senja mengangguk.
“Sini duduk. Temenin kakak jualan ya,”kata Senja. Echa mengangguk lalu menik-mati es cincaunya sampai habis.
“Echa kelas berapa?,”tanya Senja mencoba akrab.
“Echa kelas satu kakak. Kakak, kok dari tadi nggak ada yang beli?,”jawab Echa seraya bertanya. Senja hanya tersenyum malu.
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba Echa berteriak.
 _____

Kira-kira Echa mau teriak apa ya?? Baca aja lanjutannya... Sebelumnya disini SDPS Part 1 dan 2 

You May Also Like

0 komentar