Sinar di Pagi Senja part 3
Next Sinar di Pagi Senja yaa... :D
____
“Cobalah belajar optimis dari sini,
Senja,”kata Pagi. Senja menatap Pagi heran. Memandang sekeliling. Dan menatap
dirinya yang sedang berdiri di belakang meja yang berisi es cincau.
“Jadi?,”Senja menatap Pagi curiga.
“Iya, kamu jualan disini ya, Aku nungguin
kamu disana,”ujar Pagi lalu menunjuk ke arah ayunan merah yang tak jauh dari
tempatnya berada.
“lho, lho. Kamu bantuin aku dong! Kan
kamu yang beride!”seru Senja tidak terima. Pagi hanya tersenyum penuh arti.
“Barang-barang ini harus habis! Kalau enggak
kamu harus bayar dua kalinya!” ancam Pagi dan langsung meninggalkan Senja
sendirian dengan dagangannya.
“Idih…PAGI!”jerit Senja. Sontak saja semua
orang yang ada ditaman langsung menengok kearahnya. Senja hanya memalingkan
wajahnya. Sementara itu Pagi hanya terkikik geli memandang kearah Senja yang
salah tingkah.
“Huhhh, apa yang harus aku perbuat?,”gumam
Senja. Sesosok anak perempaun dengan kuciran berpita menghampirinya.
“Kakak, esnnya berapaan?,”tanya anak itu.
Senja hanya terdiam.
“Kakak?,”
“Eh iya, esnya harganya tiga ribu,”kata
Senja malu-malu. Anak itu menyodorkan uang tiga ribuan.
“Beli satu kakak. Namaku Echa kak,”ujar anak
itu percaya diri. Senja tersenyum akrab.
“Nama kakak Senja. Ini esnya adik,”Senja
menyerahkan satu cup es cincau. Echa tersenyum simpul.
“Echa boleh duduk disini nggak kakak?
Bundanya Echa lagi ke minimarket,”tanya Echa. Senja mengangguk.
“Sini duduk. Temenin kakak jualan ya,”kata
Senja. Echa mengangguk lalu menik-mati es cincaunya sampai habis.
“Echa kelas berapa?,”tanya Senja mencoba
akrab.
“Echa kelas satu kakak. Kakak, kok dari tadi
nggak ada yang beli?,”jawab Echa seraya bertanya. Senja hanya tersenyum malu.
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba
Echa berteriak.
_____


0 komentar