facebook twitter instagram pinterest Bloglovin

DJ LIFE

  • Home
  • Features
  • Lifetsyle
    • Category
    • Category
    • Category
  • Travel
  • Shop
  • Download
Haii, aku pengen post nih..Tapi ceritanya yang bikin adikku yang msh kelas dua, jadi kalau seandainya ceritanya nggak cocok sama judulnya harap maklum..;.

Sedana Merah
suatu hari di sebuah gubuk, tinggalah seorang anak yang bernama Lisa dan Ibunya yang sudah tua renta.
Suatu hari ibunya sakit,
"Ibu aku akan merawatmu sampai kau sembuh."gumam Lisa dalam hatinya. Lisa dalam hati sedih sekali karena ibunya yang tersayang sakit. ia ingin ibunya cepat sembuh makanya, ia berjuang dengann tenaganya untuk menyembuhkan ibunya yang sudah renta. Akhirnya sudah pukul 07.30 Lisa langsung ke kamar mengabil seragam sekolah untuk dipakai ke sekolah, setelah itu ia ketempat tidur ibunya....
BERSAMBUNG...

Heran kan sama lannjutannya..Besok ya, males ngetiknih...
:) :0
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
yah...Mungkin..Aku belom termsuk tukang blog yang mahir...Tapi aku suka, klau aku ngeblog, bisa mengurangi kegelisahan hatiku. Aku juga asyik ngeblog. Walau semahir orang lain paling tidak, aku bisa ngeposting-posting blog. Yah, walau cuma karangan, tips dan trik, curhat...Wlaupun pengunjungnya juga belom banyak. Cuma paling tidak 2orang perhari...Aku bukang bloglovers. Aku cuma blog pemula. Walau dah ngeblog lama. Qu terkandang nggak dong, arti header, freebies, segmen. Tapi, paling tidak udah bisalah ngerti begituan. Lagipula blog itu hanya untuk kesenangan belaka. Kesenangan, hobi. Dan tentunya penambah teman juga dong. Bisa juga untuk mnghasilkan uang. Kan asyik. Suatu hari nanti aku juga bisa kok jadi seorang yang ahli ngeblog. INSYA ALLAH... :) udah ya...


Ada yang mau berbagi cerita denganku???
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Main puisi akrostik yuk...Tapi sebelumnya kita harus tau dulu, puisi akrostik itu apa... Puisi akrostik merupakan salah satu jenis puisi yang digunakan untuk pemula, sebagai bahan dasar untuk mulai menyukai menulis puisi.

Kata akrostik berasal dari bahasa Prancis acrostiche dan Yunani akrostichis.

A
krotik: kata benda, yang artinya sebuah sajak (kata lain dari puisi, yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata, apabila dibaca secara vertikal (dari atas ke bawah).
Pola rima dan jumlah larik dapat bervariasi, karena puisi akrostik lebih dari puisi deskripsi yang menjelaskan kata yang dibentuk...Keren kan...Oh iya, puisi akrostik punya fakta menarik lho...Coba kaliang perhatikan ya contoh puisi akrostik asli buatan ku...


Judul : Kawan Baik

Kawanku
Aku merindukanmu
Warnai hariku
Angkasa raya ceria melihatmu
Negeriku elok nan indah negerimu

Bagiku
Aku selalu bahagia melihatmu
Indonesialah tempatku bertemu
Kawan Baikku

Ahh, puisinya aneh bgt ya...Tapi ini nih yang keren...Yuk kita perhatikan lagi puisinya...

Judul : Kawan Baik
Kawanku
Aku merindukanmu
Warnai hariku
Angkasa raya ceria melihatmu
Negeriku elok nan indah negerimu

Bagiku
Aku selalu bahagia melihatmu
Indonesialah tempatku bertemu
Kawan Baikku

Tuh, udah kuwarnain huruf depan ya..Perhatikan satu-satu ya... K-A-W-A-N B-A-I-K. Seperti judulnya bukan...Ini nih keren banget...Puisi akrostik memanfaatkan judul sebagai huruf depan setiap baris...Coba deh kalian bikin...Walau sedikit susah.. Coba dulu deh sesuai nama kalian.. Tak contohin deh...

Maura
Maura namanya
Aura manis terpancar
Untuk bahagiakan orang
Rambut indahnya
Anggun sikapnya

Oh iya, puisi akrostik itu nggak harus ada rimanya lho. Nggak ada rimanya juga nggak papa. Yang penting kaitannya bagus dan nggak kontras sama kalimat yang lain... Udah ya...Bye...
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Ini deh, aku next untuk terakhir...
___________
“Hari ini kita akan membahas soal anak-anak jalanan. Senja, tolong utarakan aspirasimu,”ujar Naya. Pagi mengedipkan matanya.
“Hmm, asprasiku tentang anak jalanan. Kita, kita akan menggalangkan dana untuk mereka. Setelah itu kita akan mengirim surat kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan anak jalanan. Kita juga akan membuat suatu acara yang isinya penggalangan dana untuk itu. Disana kita akan menggalangkan dana dari hasil tiketnya,” kata Senja. Naya tersenyum.
“Aku setuju,”kata Pagi.
“I’m agree,”ujar Raya.
“AKu juga setuju,”kata yang lain lalu bertepuk tangan.
“Selamat ya, Senja. Usulanmu sangat bagus!”Seru Naya. Senja tersenyum.
                                                J J
“Uhm, aku sangat bahagia, Pagi..”kata Senja. Pagi tersenyum.
“Jadilah anak yang pede untuk selamanya, Senja.”jawab Pagi. Senja tersenyum manis.
“Aku nggak tau caranya bales perbuatan kamu yang menyebalkan itu…”ujar Senja memandang ke arah langit.
“Aku hanya ingin kamu memaafkan aku atas kejadian itu,”jawab Pagi.
“Sudah kumaafkan sejak lama..”
“Oh..”
“Ngomong-ngomong soal acaranya itu, gimana?,”tanya Pagi.
“Menurutmu gimana?,”
“Ya nggak gimana-gimana. Kamu kan yang punya usul,”kata Pagi.
“Besok kita bahas. Oke?,”ujar Senja. Pagi mengedipkan matanya.
“Eh, ada es krim tuh. Kamu mau nggak?,”tanya Pagi. Senja mengangguk. Mereka berdua berjalan mendekati tukang es krim. Sesosok anak sedang beli es krim disana.
“Kak Pagi?,”sapa anak itu. Pagi tersenyum.
“Echa? Eh gimana kabarnya?,”tanya Pagi. Echa tersenyum.
“Baik kak, Kak Senja gimana?,”jawab Echa lalu bertanya.
“Tuh anaknya,”Pagi mendongakan kepalanya lalu memandang Senja yang bengong menatap Pagi dan Senja.
“Jadi, kalian…”Senja terdiam.
“Kaburrrr,”
                                                            J J
“Iya kami bersengkokol,”ujar Pagi. Senja menghela nafas.

“Iya aku tau. Dan baru tau…”Senja tersenyum. Echa duduk disamping Senja. Ikut memandang langit yang penuh dengan cahaya kemerahan. Sunset menemani Senja dan menyinari hati Pagi yang penuh dengan keceriaan. Keceriaan kebersamaan yang telah mereka ciptakan, untuk menolong Senja.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Haiii...Assalamualaikum. Ku next ya yang Sinar di Pagi Senja.
_________
Sebelumnya :
“Satu lagi, kau harus bisa mengurangi rasa panik. Okay?,”

“APA?!!!”
________
“Hey, apa kita salah alamat?,”tanya Senja begitu masuk ke tempat outbond. Pagi menggelengkan kepalanya dan langsung mengambil karcis.
“Kita akan bermain disini, dan outbond tentunya. Ini asyik, Senja!”seru Pagi. Ia langsung mendekati sebuah pohon lalu memakai peralatan keamanan yang ada disitu sambil di bantu oleh seorang petugas.
“What are you doing, PAGI?,”Senja menekankan kata Pagi.
“Cepatlah, kita harus cepat…Pakailah peralatan itu, jika tidak bisa, minta bantuan seseorang. Aku naik duluan ya…”PAgi menaiki tangga dari tali tambang keatas pohon yang ada semacam papan untuk berdiri. Senja menatap Pagi heran.
“Hey…Apa yang kau tunggu? Apa aku perlu membantumu?,”tanya Pagi.
“Oh tidak,”Senja segera memakai peralatan keamanannya dibantu petugas, lalu dengan ragu ia naik ke atas pohon.
“Hilangkan rasa ragumu itu…Cepat!”seru Pagi. Senja mengangguk. Pagi tertawa melihat raut muka Senja.
Pagi berjalan diatas tali dengan berpegangan dengan tali juga lengkap dengan pengamannya.
“Are you crazy, my twin?,”tanya Senja.
“No! I’am not crazy. Cepat Senja! Sebelum aku sampai di ujung!,”
“Oh, oke…”
                                                J J
“Kyaaaa,”Senja berteriak takut campur senang ketika melayang di flying fox. Pagi sudah sampai di pojok alias sudah selesai.
“Woww, its very crazy..!”komen Senja begitu di pojok. Pagi tersenyum.
“Gimana? Sudah tidak panik?,”tanya Pagi.
“Hmmm, lumayan…”
“Okay, jadwal kita besok adalah datang ke club Children dan kita akan rapat…Kamu ingat itu!”seru Pagi.
“Okayy,”
__________
Udah ya...Tak next sekali lagi dan udah selesai... Okay???

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Nih, ku next Sinar di Pagi Senja
________
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba Echa berteriak.
“SIAPA MAU BELI ES KU? ENAK LHO…”teriak Echa keras. Senja hanya terdiam kaget.
“Echa, kok kamu teriak-teriak sih? Malu,”tanya Senja. Echa hanya tersenyum lalu menatap kerumunan orang yang sudah mendekati asal suara.
“Esnya berapa dik?,”tanya perempuan berjilbab ungu.
“Tiga ribu aja, mbak. Beli berapa?,”
“Beli empat cup ya,”katanya. Senja membungkus empat cup. Perempuan itu memberikan uang dua belas ribu.
“Saya juga beli,”suara-suara bising terdengar dari kerumunan yang mengelilingi Senja. Senja tampak kewalahan. Hingga akhinya….
“Habis mas,”kata Senja kepada pembeli keterakhir. Pembeli itu tampak kecewa lalu meninggalkan Senja bersama dengan Echa.
“Sudah habis kak?,”tanya Echa. Senja mengangguk lalu tersenyum.
“Makasih ya udah bantuin kakak jualan. Echa pernah jualan kayak gini?,”tanya Senja. Echa mengangguk.
“Dulu Echa pernah jualan pas TK,”jawab Echa. Tiba-tiba ia tersenyum.
“Itu Bundanya Echa. Echa pulang dulu ya…Kapan-kapan Echa pengen ketemuan lagi sama kakak di taman ini,”kata Echa lalu berlari menuju seseorang yang memakai baju oranye.
“Makasih ya, sayang…”kata Senja lalu tersenyum dan segera membereskan bekas dagangannya.
“Sudah habis?,”tanya Pagi. Senja mengangguk.
“Kamu jahat ninggalin aku,”ujar Senja. Pagi tertawa melihat raut muka Senja yang cemberut.
“Ihh, tapi kan kamu udah mulai optimis kan…Udah mau bilang pelan-pelan sama orang banyak…Oh iya, besok kamu ada lomba pidato bahasa inggris lho!”seru Pagi.
“Pidato bahasa inggris? Nggak salah denger tuh ya?,”tanya Senja tidak percaya. Pagi tersenyum.
“Kamu mau nggak? Kalau nggak mau nggak papa ko…Lagi pula aku Cuma nawarin…”ujar Pagi. Senja menghembuskan nafasnya.
“Huhhh, kau membuatku panik, Pagiku,”kata Senja. Pagi menjentikkan tangannya.
“Satu lagi, kau harus bisa mengurangi rasa panik. Okay?,”

“APA?!!!”


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Next Sinar di Pagi Senja yaa... :D 
____
“Cobalah belajar optimis dari sini, Senja,”kata Pagi. Senja menatap Pagi heran. Memandang sekeliling. Dan menatap dirinya yang sedang berdiri di belakang meja yang berisi es cincau.
“Jadi?,”Senja menatap Pagi curiga.
“Iya, kamu jualan disini ya, Aku nungguin kamu disana,”ujar Pagi lalu menunjuk ke arah ayunan merah yang tak jauh dari tempatnya berada.
“lho, lho. Kamu bantuin aku dong! Kan kamu yang beride!”seru Senja tidak terima. Pagi hanya tersenyum penuh arti.
“Barang-barang ini harus habis! Kalau enggak kamu harus bayar dua kalinya!” ancam Pagi dan langsung meninggalkan Senja sendirian dengan dagangannya.
“Idih…PAGI!”jerit Senja. Sontak saja semua orang yang ada ditaman langsung menengok kearahnya. Senja hanya memalingkan wajahnya. Sementara itu Pagi hanya terkikik geli memandang kearah Senja yang salah tingkah.
“Huhhh, apa yang harus aku perbuat?,”gumam Senja. Sesosok anak perempaun dengan kuciran berpita menghampirinya.
“Kakak, esnnya berapaan?,”tanya anak itu. Senja hanya terdiam.
“Kakak?,”
“Eh iya, esnya harganya tiga ribu,”kata Senja malu-malu. Anak itu menyodorkan uang tiga ribuan.
“Beli satu kakak. Namaku Echa kak,”ujar anak itu percaya diri. Senja tersenyum akrab.
“Nama kakak Senja. Ini esnya adik,”Senja menyerahkan satu cup es cincau. Echa tersenyum simpul.
“Echa boleh duduk disini nggak kakak? Bundanya Echa lagi ke minimarket,”tanya Echa. Senja mengangguk.
“Sini duduk. Temenin kakak jualan ya,”kata Senja. Echa mengangguk lalu menik-mati es cincaunya sampai habis.
“Echa kelas berapa?,”tanya Senja mencoba akrab.
“Echa kelas satu kakak. Kakak, kok dari tadi nggak ada yang beli?,”jawab Echa seraya bertanya. Senja hanya tersenyum malu.
“Kakak ragu mau nawarin,”jawabnya. Tiba-tiba Echa berteriak.
 _____

Kira-kira Echa mau teriak apa ya?? Baca aja lanjutannya... Sebelumnya disini SDPS Part 1 dan 2 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maaf sebelumnya...Ganti judul ya.... Sebelumnya Pagi, tapi ganti Sinar di Pagi Senja...
Selamat Membaca...

Senja menghembuskan nafasnya panjang. Tidak biasanya ia menyindir Pagi cukup keras. Biasanya Senja hanya menyindir pelan.
“Maafin aku ya,”kata Pagi lirih. Senja hanya terdiam.
“Aku janji, bakalan bantuin kamu biar jadi percaya diri deh…”bujuk Pagi. Senja masih diam.
“Kamu bisa pegang janjimu itu?,”tanya Senja tiba-tiba. Pagi terdiam sejenak. Senja menatap tajam Pagi.
“Kuharap, aku bisa memegang janji ini,”kata Pagi ragu.
“Kuharap juga begitu,”Senja tersenyum. Begitu juga dengan Pagi.
“Tapi langkah awal apa yang harus kujalani? Kamu tau sendiri kan aku paling nggak suka banyak omong…”tanya Senja lesu. Pagi tersenyum.
“Kamu mulai dengan optimis,”kata Pagi dengan senyum penuh makna.
“Optimis?,"
????



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

DijaZahra 💗 16 y.o 💗 MA Taruna Al Qur'an

Read More

Follow Us

  • facebook
  • instagram

Labels

  • cerbung
  • cerpen
  • Diary
  • Info
  • Resep
  • Segmen
  • Tips

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ►  2016 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2015 (29)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (6)
    • ▼  Maret (8)
      • Sedana Merah
      • Coretan Kecil Maura
      • Puisi akrostik
      • Sinar di Pagi Senja part 6 (END)
      • Sinar di Pagi Senja part 5
      • Sinar di Pagi Senja part 4
      • Sinar di Pagi Senja part 3
      • Sinar di Pagi Senja part 2
    • ►  Februari (9)
  • ►  2014 (4)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  Desember (3)

Created with by BeautyTemplates