Tentang Aku dan Kamu

by - April 18, 2015

"Kamu tau? Seluruh ceritaku tentangmu terkdang positif dan juga negatif. Kau tau sahabatku, terkadang aku sebal sama kamu. Terkadang aku jengkel sama kamu, terkadang aku iri sama kamu. Tapi semua perasaan itu bisa kutepis jika aku bertemu denganmu. Jadi, maukah kamu memaafkanku?"Sepenggal paragraf telah ditorehkan dengan cepat oleh Dea. Gadis manis yang hobi nge-blogger dan blogger lovers. 
"Kau  tau sahabatku? Ketika aku ingin mengingat memoriku tentangmu, sebelum kau pergi jauh dariku, sebelum kau meninggalkanku untuk sementara, semua itu terasa pahit karena tak diiringi oleh melodi tawamu. Kau tau sahabatku? Aku menantikan kehadiranmu kembali dalam hidupku. Dalam kisah dan sejarah hidupku. Aku merindukanmu, sahabatku."Dua paragraf kini resmi tertulis dalam sebuah aplikasi word di labtop kesayangannya. Entah, sejak kapan dia hobi menulis. 
"Kata terakhir ingin kutorehkan dalam lembaran kertas ini. Sebuah kata amat bermakna bagiku. Bukan kata, namun sebuah kalimat. Kalimat yang dinanti, 'bisakah kau mengingatku dan tidak melupakanku?'Kuharap kau bisa melakukannya. Kutunggu kehadiranmu kembali! 19-04-2015 at 13.23.19." Dea menghela nafas panjang lalu meraih cangkir berisi susu yang sudah tidak panas lagi. Bukan dingin, tepatnya, hangat. Sehangat hatinya yang diliputi rasa puas karena sudah menorehkan kalimat makna hasil sendiri. 
***
"Kau seharusnya memperbaiki cara makanmu! Kau tau, sebagai calon ratu disebuah kerajaan modern seharusnya memperbaiki seluruh gaya hidupmu. Apa kau mau terus-terusan duduk didepan laptob dan memainkan kode-kode aneh?"tanya Okkie, seorang tetua di kerajaan modern tempat Dea menyusun seluruh kehidupannya.
"tidak. Aku bahkan tidak mau menjadi seorang calon ratu. Aku lebih memilih berdiam diri di kamar, memainkan laptobku dan menulusuri seluruh kesenanganku. Dan kau, bibi, kau tak berhak mengaturku. aku berhak mengatur seluruh kehidupanku."kata Dea keras kepala.
"Putri Dea. Ini adalah titah dari raja langsung. Bhkan ratu pun menyampaikan hal yang sama. Saya hanya khawatir jika putri dihukum oleh raja."Okkie sepertinya hendak memainkan kata-katanya. Dea tidak mengindahkan dan langsung pergi meninggalkan Okkie.
***
BERSAMBUNG
maf gk ada illustrasinya

You May Also Like

2 komentar