Perpustakaan Untuk Mereka

by - Desember 29, 2013

 Alhamdulillah akhirnya bisa publikasikan cerpenku yang pertama....Tolong and pliess seratus persen jangan dicontek atau dicopy pastekan soalnya ini dari kumpulan cerpen yang kubuat susah susah .... Selamat membaca.... 

            Dania mendesah melihat pemandangan di depannya.Diantara anak jalanan itu terlihat seorang anak perempuan yang sedang melamun.Dania mencoba mendekati anak tersebut.
            “Halo dek...”sapanya kikuk.Anak perempuan itu hanya mengangkat kepalanya dan tersenyum samar sambil menjawab dengan suara yang sangat pelan.
            “Hai...”jawabnya datar.Dania mencoba akrab kepada anak te-rsebut.Dania menghela nafas sebentar lalu mencoba untuk mempe-rkenalkan dirinya.
            “Kenalin ya namaku Dania...Kalau boleh tau namamu siapa ya?”tanya Dania sambil menyodorkan sepotong roti dan air putih kepada anak perempuan itu.Mata anak tersebut berbinar binar lalu meraih bungkusan roti dan air putih itu.Dibukanya bungkus tersebut dan diambilnya seperempat dari roti tersebut dan memakannya. Setelah dirasa cukup,anak perempuan itu memperkenalkan dirinya.
            “Namaku Lili Putri Sari.Kakak cukup memanggilku Lili.Terima kasih atas rotinya tadi ya kak...Mari kak ikut aku kerumahku...”ajak Lili sambil berdiri akrab.
            Dania tersenyum dan berkata, “Baiklah aku ikut kerumahmu. Kalau boleh tau , rumahmu dimana ya??”
            “Tidak jauh dari sini...”jawabnya singkat lalu segera beranjak pergi dari kawanan anak jalanan.Ia tampak berjalan cepat menuju sebuah gubuk kumuh dan membuka pintu nya yang sudah reot.
            “Assalamualaikum ibu...Lili pulang...Alhamdulilah Lili dapat rezeki hari ini walaupun hanya dapat Rp.5000,00 serta roti dan sedikit air...”kata Lili sambil mengucapkan kata kata syukurnya.Seorang ibu yang masih tampak muda bermata sayu itu menyambutnya did-epan pintu.Dania teringat ibunya yang sudah meninggal 1 tahun silam karena penyakit yang menderanya.
            “Assalamualaikum...”sapa Dania.Ibu itu tersenyum.
            “Waalaikum salam...Siapa itu Lili?”tanya ibu heran .           
            “Itu teman baru Lili yang memberikan roti ini...”Lili menujukk-an sebungkus roti yang diberikan oleh Dania tadi.
“Subhanallah...Alhamdulillah....Bertapa baiknya gadis ini...Ia masih begitu peduli terhadap kami yang tidak mampu...”Ucapan tersebut keluar dari mulut ibu itu.
            “Perkenalkan,nama saya ibu Aisyah.Kalau boleh tau siapa namamu?”tanya nya ramah lalu membisikkan sesuatu kepada Lili.Lili hanya mengangguk lalu berlari menuju belakang gubug.
            “Saya Dania bu...Saya tadi melihat Lili hanya termenung dipinggir jalan tanpa ikut bermain dengan yang lainnya.Entah apa yang dipikirkan nya.”jawab Dania .
            “Saya mengerti apa yang ia pikirkan.Semenjak ayahnya meninggal dunia,kami sekeluarga pun jatuh miskin sehingga Lili tidak dapat sekolah lagi.Padahal Lili termasuk anak yang yang berprestasi .”kata Ibu Aisyah sambil menundukkan kepalanya.Lili tampak keluar dari belakang rumahnya sambil membawakan sepiring kecil singkong rebus dan segelas air putih.
            “Silahkan dinikmati kak...Ini hanya hidangan alakadarnya.. Maaf ya kak....Tidak bisa menjamu dengan yang lebih baik..”kata Lili.
            “Iya gakpapa kok...”Dania menikmati hidangan lalu memohon pamit kepada Lili dan Ibu Aisyah.
            “Maaf bu...Saya mohon pamit dulu ....Nanti dicari ayah saya.” Pamit Dania.
            “Silahkan.”Lili mengantarnya hingga depan rumah.Dania melambaikan tangannya.Lili dan Ibu Aisyah pun sama.
                                                            ****
            “Ayah..Aku ingin ayah segera mencari pengganti buat bunda.. Aku sudah lama tidak merasakan kasih sayang seorang bunda..”Anak perempuan itu memohon dengan begitu sangat kepada ayahnya. Sang Ayah tapak berpikir lalu mengangguk.
            “Baiklah...Kebetulan ayah ingin mengadopsi seorang anak jalanan yang katanya anak mantan konglemerat dan sangat berprestasi.Kebetulan ibunya masih ada dan ayah ingin menikahinya..” kata Sang Ayah bijak.
            “Terima kasih ayah...”
                                                            *****
            Dania terpana melihat anak itu.Ia sangat mengenal wajah itu. Tetapi wajah yang sangat dikenalnya itu terlihat sangat sedih.
            “Kak Dania??”Lili terpana melihat seorang yang pernah menolongnya kini menjadi calon kakaknya.
            “lili??”Dania seakan tak percaya melihat Lili didepannya.Dibelakang Ayah terdapat seorang perempuan yang juga dikenalnya... Itu.....
            “Ibu Aisyah??”Dania seakan tak percaya melihat apa yang dilihatnya.Ayah mengangguk.
            “Ini calon bunda mu sayang...”kata Ayah singkat.Dania tersenyum lebar.Ia memeluk Lili,ibu Aisyah serta ayah .
            “Kamu kenapa tampak sedih Lili??”tanya Dania heran .
            “Akk....uuu...Aku teringat teman temanku yang dulu..padahal kami punya satu cita cita yang sama.Yaitu membuat perpustakaan. Aku pernah mengajari mereka membaca.Mereka bisa membaca de-ngan cepat....makanya aku sangat ingin membuatkan perpustakaan untuk mereka...”jelas Lili sedih .
            “Kau dapat mewujudkannya Lili...”Dania mengedipkan mata nya memberi semangat kepada Lili.
                                                            *****
            “Terima kasih kak...”Kata Lili didepan sebuah perpustakaan yang amat besar dan dipenuhi berbagai buku.Didalamnya juga terdapat sekolah kecil khusus anak anak tidak mampu.

            “Sama sama sayang...”Dania memeluk adiknya dengan penuh rasa kasih sayang.Kini terwujud sudah impian Lili membuat perpus-takaan untuk anak tidak mampu.Lili telah membua generasi generasi tidak mampu menjadi gemar membaca.Berkat perpustak-aan yang dibuat oleh Lili terwujud lah generasi yang berakhlakul karimah serta dapat mencerdaskan semua tunas bangsa yang tidak mampu.....

You May Also Like

0 komentar