Perpustakaan Untuk Mereka
Alhamdulillah akhirnya bisa publikasikan cerpenku yang pertama....Tolong and pliess seratus persen jangan dicontek atau dicopy pastekan soalnya ini dari kumpulan cerpen yang kubuat susah susah .... Selamat membaca....
Dania mendesah
melihat pemandangan di depannya.Diantara anak jalanan itu terlihat seorang anak
perempuan yang sedang melamun.Dania mencoba mendekati anak tersebut.
“Halo dek...”sapanya
kikuk.Anak perempuan itu hanya mengangkat kepalanya dan tersenyum samar sambil
menjawab dengan suara yang sangat pelan.
“Hai...”jawabnya
datar.Dania mencoba akrab kepada anak te-rsebut.Dania menghela nafas sebentar
lalu mencoba untuk mempe-rkenalkan dirinya.
“Kenalin ya namaku
Dania...Kalau boleh tau namamu siapa ya?”tanya Dania sambil menyodorkan
sepotong roti dan air putih kepada anak perempuan itu.Mata anak tersebut
berbinar binar lalu meraih bungkusan roti dan air putih itu.Dibukanya bungkus
tersebut dan diambilnya seperempat dari roti tersebut dan memakannya. Setelah
dirasa cukup,anak perempuan itu memperkenalkan dirinya.
“Namaku Lili Putri Sari.Kakak cukup memanggilku
Lili.Terima kasih atas rotinya tadi ya kak...Mari kak ikut aku
kerumahku...”ajak Lili sambil berdiri akrab.
Dania tersenyum dan berkata,
“Baiklah aku ikut kerumahmu. Kalau boleh tau , rumahmu dimana ya??”
“Tidak jauh dari
sini...”jawabnya singkat lalu segera beranjak pergi dari kawanan anak
jalanan.Ia tampak berjalan cepat menuju sebuah gubuk kumuh dan membuka pintu
nya yang sudah reot.
“Assalamualaikum
ibu...Lili pulang...Alhamdulilah Lili dapat rezeki hari ini walaupun hanya
dapat Rp.5000,00 serta roti dan sedikit air...”kata Lili sambil mengucapkan
kata kata syukurnya.Seorang ibu yang masih tampak muda bermata sayu itu
menyambutnya did-epan pintu.Dania teringat ibunya yang sudah meninggal 1 tahun
silam karena penyakit yang menderanya.
“Assalamualaikum...”sapa
Dania.Ibu itu tersenyum.
“Waalaikum
salam...Siapa itu Lili?”tanya ibu heran .
“Itu teman baru Lili
yang memberikan roti ini...”Lili menujukk-an sebungkus roti yang diberikan oleh
Dania tadi.
“Subhanallah...Alhamdulillah....Bertapa baiknya
gadis ini...Ia masih begitu peduli terhadap kami yang tidak mampu...”Ucapan tersebut
keluar dari mulut ibu itu.
“Perkenalkan,nama saya
ibu Aisyah.Kalau boleh tau siapa namamu?”tanya nya ramah lalu membisikkan
sesuatu kepada Lili.Lili hanya mengangguk lalu berlari menuju belakang gubug.
“Saya Dania bu...Saya
tadi melihat Lili hanya termenung dipinggir jalan tanpa ikut bermain dengan yang
lainnya.Entah apa yang dipikirkan nya.”jawab Dania .
“Saya mengerti apa
yang ia pikirkan.Semenjak ayahnya meninggal dunia,kami sekeluarga pun jatuh
miskin sehingga Lili tidak dapat sekolah lagi.Padahal Lili termasuk anak yang
yang berprestasi .”kata Ibu Aisyah sambil menundukkan kepalanya.Lili tampak
keluar dari belakang rumahnya sambil membawakan sepiring kecil singkong rebus
dan segelas air putih.
“Silahkan dinikmati
kak...Ini hanya hidangan alakadarnya.. Maaf ya kak....Tidak bisa menjamu dengan
yang lebih baik..”kata Lili.
“Iya gakpapa
kok...”Dania menikmati hidangan lalu memohon pamit kepada Lili dan Ibu Aisyah.
“Maaf bu...Saya mohon
pamit dulu ....Nanti dicari ayah saya.” Pamit Dania.
“Silahkan.”Lili
mengantarnya hingga depan rumah.Dania melambaikan tangannya.Lili dan Ibu Aisyah
pun sama.
****
“Ayah..Aku ingin ayah
segera mencari pengganti buat bunda.. Aku sudah lama tidak merasakan kasih
sayang seorang bunda..”Anak perempuan itu memohon dengan begitu sangat kepada
ayahnya. Sang Ayah tapak berpikir lalu mengangguk.
“Baiklah...Kebetulan
ayah ingin mengadopsi seorang anak jalanan yang katanya anak mantan konglemerat
dan sangat berprestasi.Kebetulan ibunya masih ada dan ayah ingin menikahinya..”
kata Sang Ayah bijak.
“Terima kasih
ayah...”
*****
Dania terpana melihat
anak itu.Ia sangat mengenal wajah itu. Tetapi wajah yang sangat dikenalnya itu
terlihat sangat sedih.
“Kak Dania??”Lili
terpana melihat seorang yang pernah menolongnya kini menjadi calon kakaknya.
“lili??”Dania seakan
tak percaya melihat Lili didepannya.Dibelakang Ayah terdapat seorang perempuan
yang juga dikenalnya... Itu.....
“Ibu Aisyah??”Dania
seakan tak percaya melihat apa yang dilihatnya.Ayah mengangguk.
“Ini calon bunda mu
sayang...”kata Ayah singkat.Dania tersenyum lebar.Ia memeluk Lili,ibu Aisyah
serta ayah .
“Kamu kenapa tampak
sedih Lili??”tanya Dania heran .
“Akk....uuu...Aku
teringat teman temanku yang dulu..padahal kami punya satu cita cita yang
sama.Yaitu membuat perpustakaan. Aku pernah mengajari mereka membaca.Mereka
bisa membaca de-ngan cepat....makanya aku sangat ingin membuatkan perpustakaan
untuk mereka...”jelas Lili sedih .
“Kau dapat
mewujudkannya Lili...”Dania mengedipkan mata nya memberi semangat kepada Lili.
*****
“Terima kasih
kak...”Kata Lili didepan sebuah perpustakaan yang amat besar dan dipenuhi
berbagai buku.Didalamnya juga terdapat sekolah kecil khusus anak anak tidak
mampu.
“Sama sama
sayang...”Dania memeluk adiknya dengan penuh rasa kasih sayang.Kini terwujud
sudah impian Lili membuat perpus-takaan untuk anak tidak mampu.Lili telah
membua generasi generasi tidak mampu menjadi gemar membaca.Berkat perpustak-aan
yang dibuat oleh Lili terwujud lah generasi yang berakhlakul karimah serta
dapat mencerdaskan semua tunas bangsa yang tidak mampu.....

0 komentar